Selasa, 17 November 2009

-Titik dan Tinta-
Bukan titik yang menjadikan tinta
Tetapi tinta yang menjadikan titik
Bukan cantik yang menjadikan cinta
Tetapi cinta yang menjadikan cantik

(kata-kata bijak)
Sahabat,
Apa yang terlintas dalam benak jika kita mendengar atau membaca kata ‘Ramadhan’?
Mungkin saja, jika kita mendengar kata Ramadhan, kita akan langsung teringat dengan kata-kata seperti: Puasa, Sahur, Tarawih, Lailatul Qodar, bahkan mungkin, petasan!

Mungkin selama ini, ketika kita membaca kata Ramadhan, yang terbayang oleh kita adalah beratnya berpuasa, enaknya sahur dan berbuka bersama keluarga, malam-malam panjang dengan sholat Tarawihnya, atau mungkin, riangnya anak-anak kecil bermain petasan. Dan sekian banyak kata dan imajinasi lainnya yang mungkin akan muncul. (terlalu banyak kata ‘mungkin’, sepertinya)

Maka sejak saat ini, tambahkanlah kata CINTA dalam sederetan kata yang kita pikirkan itu! Maka mulai sekarang, masukkanlah gambar CINTA dalam rangkaian imajinasi yang kita bayangkan itu! Karena sungguh, Ramadhan tidaklah dapat kita pisahkan dari kata CINTA! Kata CINTA adalah kata yang harus kita ingat pula ketika mendengar kata Ramadhan!

Mengapa? Setidaknya ada 3 alasan yang mengiringinya,

Alasan pertama, karena Ramadhan adalah bentuk tanda Cinta Allah pada kita, hambaNya.
Adakah yang meragukan bahwa Ramadhan adalah bentuk cinta dan kasih sayang Allah? Dengan begitu mulianya bulan itu, dengan begitu barakahnya bulan itu, dan dengan begitu banyak pahala yang ditebar di bulan itu, sepertinya tidak ada jalan untuk meragukannya.

Alasan kedua, karena Ramadhan adalah momentum bagi kita untuk meraih Cinta dan Ridho Allah, lewat puasa dan ibadah-ibadah kita yang lain.

30 hari mencari cinta ataukah 29 hari mencari cinta, yang jelas, hanya cinta dan Ridho Allah sajalah yang kita harapkan.

Alasan ketiga, karena dengan semangat Ramadhan Cinta, Ramadhan mengajarkan kepada kita tentang berbagai kata cinta. Kita akan membahasnya lebih jauh, di bab yang lain insya Allah.

Maka, cukuplah 3 alasan yang begitu sederhana itu menjawab mengapa Ramadhan adalah kata yang tak terpisahkan dari kata Cinta.

***

-Hanya Hati Salah Meng-eja Cinta-
Bukan cinta yang bersalah
Ketika dengan hadirnya
Kemudian kita menjadi goyah dan hilang arah
Sungguh, bukan cinta yang bersalah
Jika dengan datangnya
Kemudian kita lupa diri dan salah melangkah
Namun,
Hanya hati salah meng-eja
Hanya hati salah membaca
Hanya hati salah menterjemahkannya…
Bilakah hati akan segera tersadar?

***

“Cinta selalu membutuhkan kata”, Ust. Anis Matta menuturkan dalam tulisannya yang berjudul Cinta Terkembang Jadi Kata, ”Tidak seperti perasaan–perasaan lain, cinta membutuhkan kata lebih dari apapun. Maka ketika cinta terkembang dalam jiwa, tiba-tiba kita merasakan dorongan tak terbendung untuk menyatakannya dalam kata.”

“Sebab”, lanjut beliau,” cinta adalah gelombang makna-makna yang menggores langit hati, maka jadilah pelangi. Goresannya kuat, warnanya terang, paduannya rumit, tapi semuanya nyata.”

“Itu sebabnya”, beliau meneruskan,” ada surat cinta. Ada cerita cinta. Ada puisi cinta. Ada lagu cinta. Semuanya adalah kata…”

Sahabat,
Begitulah cinta. Cinta selalu membutuhkan kata. Ia harus diungkapkan. Ia juga harus diterjemahkan. Maka, disinilah Cinta menemukan jati dirinya dalam Ramadhan Cinta. Kita sering mendengar ungkapan, betapa CINTA mampu membuat seorang pengecut menjadi pemberani, seorang pendiam menjadi orator ulung, dan seorang yang tak pandai berkata-kata menjadi pujangga. Sungguh, seperti itulah pula kata CINTA yang menyertai Ramadhan dalam Ramadhan Cinta ini.

“ Sesungguhnya di antara bayan adalah sihir” (HR. Bukhari)

Kata CINTA, adalah seperti sihir. Yang dengan ajaib, dengan sebuah gerakan kecil, mampu memberikan pemaknaan dan penghayatan yang jauh berbeda dari sebelumnya. Inilah keajaiban kata CINTA! The Miracle of LOVE!!!

“Cinta, menghilangkan segala rasa sakit..”

(KH. Rahmat Abdullah)

Maka dengan CINTA, Ramadhan akan menjadi lebih berwarna… Maka dengan CINTA, Ramadhan akan menjadi penuh makna… Maka dengan CINTA, Ramadhan akan menjadi begitu istimewa… Maka dengan CINTA, kehadiran Ramadhan menjadikan hati berbunga-bunga… Maka dengan CINTA, kepergian Ramadhan menyisakan rindu yang tak terkira…( I love you full, Ramadhan..!)

Tentu, cinta yang kita maksudkan bukanlah cinta yang cengeng, bukan cinta yang melemahkan, bukan cinta yang menggelisahkan, dan bukan cinta yang remeh temeh!

“ Katakanlah,’Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah LEBIH KAMU CINTAI daripada Allah dan RasulNya dan (dari) berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya…” (At Taubah 24)

Tetapi cinta yang kita inginkan adalah cinta yang kokoh, cinta yang menguatkan, cinta yang menentramkan, dan cinta yang begitu berharga! Cinta yang bersumber dari Allah Yang Maha Penyayang lagi Maha Mencintai.

“ …Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Mencintai” (Hud 90)

Yang dengan cinta itu, hati dan jasad kita tergerak untuk mengikuti Sunnah Rasulullah dan meraih Keridhoan Allah…

“ Katakanlah (Hai Muhammad),’Jika kamu semua (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi kalian semua’…” (Ali ‘Imran 31)

Dalam bukunya Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim, Salim A Fillah menceritakan, ada sebuah kalimat Rasulullah yang membuat hati sahabat Anas ibn Malik begitu tenteram dan berbunga-bunga. Yakni kalimat bahwa seseorang akan bersama dengan yang dicintainya di akhirat nanti. Kata Anas,”Aku bisa berharap membersamai Rasulullah, Abu Bakr, dan ‘Umar di surga nanti. Karena, meski amalanku tak sebaik mereka, tetapi aku sangat mencintai mereka…”

Subhanallah…

Dengan cinta, seseorang dapat menjadi mulia dan bahagia. Namun, dengan cinta pula ia dapat menjadi terhina dan merana. Semua bergantung, pada Cinta seperti apakah yang ia pilih. Semoga, cinta yang kita pilih, adalah sebagaimana cinta yang dipilih oleh sahabat Anas bin Malik. Yakni, Cinta yang berbuah surga….

Sahabat,

Ramadhan Cinta, adalah Ramadhan yang menuntun kita meniti jalan ke surga, insya Allah…

0 komentar:

Posting Komentar