Senin, 28 Maret 2011

Belajar VB-Excel: Mengendalikan Range

Belajar VB-Excel: Mengendalikan Range

Senin, 03 Mei 2010

Mutiara Cinta

Kata 1
“Sementara aku pergi untuk menggapai semua cipta dan cita,
agar hidup lebih mudah dimasa nanti. Kutinggalkan pesan dimeja penantian
‘jagalah cintaku padamu sayang’”.

Kata 2
“ Maafkan aku bila mencintaimu. Aku tahu aku salah, aku tahu aku terlambat, dan aku tahu dengan pasti sudah sekian lama aku menaruh hati padamu. Aku mencintaimu, aku menyayangmu, aku ingin kau selalu ada untukku”.

Kata 3
“ Merenda waktu sejarah hari. Itu ada pada diri.
Seperti halnya hati mencatat setiap yang menetap
untuk mengisi kehampaan dijiwa setiap kala”.

Kata 4
“Aku masih sadar, kalau mentari masih bersinar dipagi hari.
Kuharap kau pun tersenyum bila pagi menyapa
hingga harimu kan terasa lebih indah”.

Kata 5
“Kala menduga pagi itu, menyenandungkan asa, menyanyikan rindu.
Sepeninggal waktu aku masih disini, menanti waktu harap tak pasti.
Dan senyum ini takkan pergi”.

Kata 6
“Hari ini tak ada jalan. Hari ini tak ada cahaya. Hari ini aku masih disini.
Membuai semua cerita bersenandung tentang waktu.
Hari ini aku sendiri membuang masaku hingga hari terakhirku”.

Kata 7
“Semalam bintang menyinari sukma,
semalam suara jangkrik menggugah jiwa,
semalam gemericik air menggema dihati.
Semalam indah untukmu”.

Kata 8
Sebelum rembulan itu redup, sebelum malam menggelap, sebelum binatang malam berhenti bernyanyi,
sampaikan pesanmu pada angin, agar tak ada waktu yang tersisa terbuang sia-sia”.

Kata 9
“Bumi sepertinya enggan berbicara,
walau sakit, nyeri dan lelah meracuni dirinya.
Seperti halnya mata dia hanya bisa menangis”.

Kata 10
“Sepertinya kicau burung sore ini ada yang tak biasa, serasa mengangkat batinku untuk bertanya ada apa denganmu ? Jangan pergi jauh dariku”.

Kata 11
“Layaknya embun pagi, kesejukan slalu diberi, membasahi keringnya hati.
Namun embun pagi dapat pergi sebelum kering ini habis dibasahi,
sampai meresap kedalam urat nadi”.

Kata 12
“Sepi kurasa membuai asaku padamu, letih terasa terbangkan mimpiku.
Kau bintang malam bagiku, kau rembulan malam hidupku.
Kau begitu ada dalam hatiku”.

Kata 13
“Seadainya waktu itu masih ada,
pasti aku kan disana temani rembulan yang tersenyum indah.
Namun waktu itu masihkah tersisa buatku sampaikan semua tentang cintaku”.

Kata 14
“Entah mengapa malam tadi serasa gelap selimut hati.
Seperti enggan menyapaku lalui belai mimpi indah dihatiku”.

Kata 15
“Saat ini, rasa ini masih mampu kutahan, walau terasa melumpuhkan pikiranku.
Aku tahu betul bahwa kau saat ini tak mungkin ada disisiku, tapi batinku sabar menantimu”.

Kata 16
“Berilah sinar wahai bintang, hembuskan nafas hidupmu,
hempaskan beban dipundakku dan beri jalan bagiku.
Lalu tersenyum dan bernyanyilah hanya untukku”.

Kata 17
“Berlalu waktu terbuang, sia bila diingat.
Namun waktu dapat memastikan apakah kekal atau hanya sementara
dan waktupun kan apakah aku tetap bertahan”.

Kata 18
“Entah mengapa tanpa sebab dunia berputar dalam mimpiku semalam.
Dan semua kenangan kembali menyiksa sisa waktuku,
pasti … perlahan kau tanyakan cintamu”.

Kata 19
“Saat ini mataku dan matamu buta akan wajah masing kita.
Dan aku telah meresapi waktu ini, kesucian yang menapaki dinding hati.
Ku harap kita saling mengerti”.

Kata 20
“Mereka setiap detik peristiwa, mengguncang segala bentuk kenyataan.
Berputar pada satu sisi disisi lain sang putrid berhenti memandang.
Apa gerangan kau tahu?”.

Kata 21
“Selaras jalan berlalu.
Bukan…
Bukan karena maksud. Namun harapan terlalu mengguga asa padamu.
Seperti bukit yang ditapaki. Mengenangmu, mengingatmu”.

Kata 22
“Aku ingin mengenal hati bukan sekedar wajah itu.
Sampai aku benar mengerti apa ada dirimu.
Hinggaku tersadar bahwa kau siapa adamu”.

Kata 23
“ku tulis lagi bunga cinta dihatiku,
mungkin karena sakit lama berlalu,
dan ku dapatkan jalan cerita yang sama yang berakhir sama”.

Kata 24
“Benang Merah itu tersulam dikaki lain
Penyesalan…
Ingin pergi namun aku sudah terlanjur dalam menyelaminya.
Sulit memang, tapi aku harus pergi walau harus mati”.

Kata 25
“Letupan rasa berpendar pada penghidupan hidup kali ini,
mungkim berlalu atau ia enggan menjauh.
Dan akhirnya hanya nafas yang tersengal karma asa yang tak reda”.

Kata 26
“Bunga cinta gugur ditaman cinta kemudian layu ditelan waktu
Isak tangisnya menggema kesegala dimensi
Ia sesali karma tak lagi bisa harumkan dunia dengan cintanya”.

Kata 27
“Relung hati yang terlukis pada kanvas cinta,
mungkin indahnya tak berdaya jual, karma memang bukan untuk dijual,
namun pesonanya mampu menenangkan hati”.

Kata 28
“Rentetan waktu berubah pada titik pencerahan
dan mungkin karma sebelumnya sesuatu enggan hantarkn hati
dan kali inipun terjadi walau mungkin lebih berani”.

Kata 29
“Lama tak mengenang mungkin tenggelam saat waktu berdendang,
namun sebuah nama tak jua kusam kala masa melekangnya.
Dan kata ini benar hidup dipikirku”

Kata 30
“sadar membuatku terdampar di ruang cinta sobatku,
bayang menerawang pada singgahsananya.
Dan sebuah Tanya menjatuhkanku pada hatiku lalu ‘kapan’ pun terucap.”

Kata 31
“Lagi…
Waktu membenamkan rindu teramat sangat dalam,
Lalu waktu pulalah yang menumbuhkan cinta yang cacat..
Namunku yakin dari akar terdalam cintaku akan kokoh dalam badai.”

Kata 32
“Aku ingin menangis tapi tak bisa menangis, aku ingin bersujud tapi tak disini tempatnya, aku ingin berkata tapi tak tahu berkata apa, aku ingin menyayang tapi untuk siapa?”.

Kata 33
“ Kerasnya karang berharap luluh pada waktu air menerpanya,
mungkin kan jadi lebih baik, namun saying waktu membuat karang itu
semakin kokoh dan tak jua luluh”.

Kata 34
“Saat itu sejenak aku terdiam, karma seraut wajah yang sepertinya lama kukenal,
walau ternyata aku baru mengenalnya.
Lalu penting ga penting namun lebih penting soal hati”.

Kata 35
“Terkadang cinta datang sesaat,
lalu bergulir menjadi benci yang tiada akhir.
Namun buatku cinta itu sangat berharga,
walau cuma sesaat, aku ingin merasakanya”.

Kata 36
“Hmm…alur hidup sungguh berliku, tak tahu dimana kan bermuara.
Mungkin ketika waktu menjawabnya aku tak lagi mampu berkata-kata.
Dan aku takkan pungkiri semuanya…”.

Kata 37
“Menata waktu yang tak henti mengalir,
berharap rindu tak segan menghampiri. Walau rindu menyiksa,
aku kan tetap menanti cinta yang aku rindu.
Dengan cara ini aku mencintaimu”.

Kata 38
“Dek! Kala bintang menaburkan cahayanya,
menerangi hatiku dengan senyumnya.
Dik! Kala hari menjelang,
ku ingin temukan dirimu ditiap waktunya, tuk hangatkan hatiku”.

Kata 39
“Mala mini melarutkan bidadari keperaduan.
Dan ini bukan waktu untuk sesali sebuah kisah.
Menjalaninya dengan tegar akan membuat arti sendiri untuk hidup kita”.

Kata 40
“Berkala sang waktu menyanyikan asa demi
kerinduan pada sesuatu yang hilang dari hidupnya.
Dan kini waktu dating dengan senyumnya,
berharap kan dapatkan sebuah kebahagiaan”.

Kata 41
“Serasa waktu mengutk sang rembulan,
karena sinarnya sembunyikan kebenaran.
Dan akhirnya kejujuran sang bintang terhalangi kesombongannya.
Padahal dia Cuma sendiri”.

Kata 42
“Takkan mati kebencian yang tertanam, entah karena apa,
yang ku tahu dengan melepaskanya mungkin semua kesedihan
takkan lagi membebani semua rasa yang pernah ada dihati”.

Kata 43
“Pagipun dating bersama senyuman sang mentari.
Bila kesedihan sempat merajai hati,
aku berharap pagi ini adalah awal yang baik untuk kita mengejar mimpi”.

Kata 44
“Tak ada kata yang perlu dijelaskan.
Bila hati telah terbuka, maka takkan ada maksud hati yang tak tersampaikan.
Karena semua yang datang dari hati dapat terbaca oleh hati”.

Kata 45
“Izinkan malam merajutkan mimpi indah buatmu.
Dan biarkan tidurmu tetap cantik, agar sang bintang selalu setia sinari lelapmu.
Met tidur ya sayang!”.

Kata 46
“Sesejuk embun pagi yang mendamaikan jiwa,
semua perasaanmu mengalir membasahi hatiku.
Terima kasih cinta kau telah hadir untukku”.

Kata 47
“Ada kalanya hatiku tersiksa karena sepi.
Ada kalanya aku ingin menangis karena bosan menanti.
Ada kalanya aku serasa tak berarti. Dan ada kalanya aku rindu bersamamu”.

Kata 48
“Saat malam membentangkan langitnya,
bukan kesedihan yang menghantui,
tapi mala mini sungguh indah karena ia suguhkan bintang-bintang.
Aku berharap menikmatinya bersamamu”.

Kata 49
“Sangatlah mudah untuk membunuhku, dengan kau pergi dan tak perdulikan aku, sungguh aku telah mati, tapi dalam kematianku akan selalu hidup rasa sayangku padamu yang menanti dirimu”.

Kata 50
“Saat rindu ini bertalu mengingatmu,
terasa sepi merajai hatiku. Kasih…tanpamu sungguh berat hidupku.
Cinta..tanpamu tak lagi bermakna hidupku. Aku gila tanpamu sayang..”

Kata 60
“Sesak ini takkan berhenti sampai disini..karena semua rasa
dan harapan masih ada dalam hati dan pikiranku..
kan ku coba kumpulkan kembali kepingan hatiku yang hancur karenamu”.

Kata 61
“Dan kusatukan kembali dengan cinta yang masih tersisa..
lalu ku serahkan kembali hatiku hanya untukmu.
Aku masih berharap akhir yang indah bersamamu sayang”.

Mutiara Hadits Imam Ja‘far as

• “Waspadalah terhadap tiga orang: pengkhianat, pelaku zalim, dan pengadu domba. Sebab, seorang yang berkhianat demi dirimu, ia akan berkhianat terhadapmu dan seorang yang berbuat zalim demi dirimu, ia akan berbuat zalim terhadapmu. Juga seorang yang mengadu domba demi dirimu, ia pun akan melakukan hal yang sama terhadapmu.”

• “Tiga manusia adalah sumber kebaikan: manusia yang mengutamakan diam (tidak banyak bicara), manusia yang tidak melakukan ancaman, dan manusia yang banyak berzikir kepada Allah.”

• “Sesungguhnya puncak keteguhan adalah tawadhu’.” Salah seorang bertanya kepada Imam, “Apakah tanda-tanda tawadhu’ itu?” Beliau menjawab, “Hendaknya kau senang pada majlis yang tidak memuliakanmu, memberi salam kepada orang yang kau jumpai, dan meninggalkan perdebatan sekalipun engkau di atas kebenaran.”

• Seorang laki-laki seringkali mendatangi Imam Ja‘far as, kemudian dia tidak pernah lagi datang. Tatkala Imam as menanyakan keadaannya, seseorang menjawab dengan nada sinis, “Dia seorang penggali sumur.” Imam as membalasnya, “Hakekat seorang lelaki ada pada akal budinya, kehormatannya ada pada agamanya, kemuliannya ada pada ketakwaannya, dan semua manusia sama-sama sebagai Bani Adam.”

• “Hati-hatilah terhadap orang yang teraniaya, karena doanya akan terangkat sampai ke langit.”

• “Ulama adalah kepercayaan para rasul. Dan bila kau temukan mereka telah percaya pada penguasa, maka curigailah ketakwaan mereka.”

• “Tiga perkara dapat mengeruhkan kehidupan: penguasa zalim, tetangga yang buruk, dan perempuan pencarut. Dan tiga perkara yang tidak akan damai dunia ini tanpanya, yaitu keamanan, keadilan, dan kemakmuran.”



Kata-kata mutiara Imam Baqir a.s.


1. Jiwa yang agung

“Kuwasiatkan lima hal kepadamu: (1) jika engkau dizalimi, jangan berbuat zalim, (2) jika mereka mengkhianatimu, janganlah engkau berkhianat, (3) jika engkau dianggap pembohong, janganlah marah, (4) jika engkau dipuji, janganlah gembira, dan (5) jika engkau dicela, kontrollah dirimu”.

2.Akibat baik dan buruk

“Alangkah mungkin orang yang tamak kepada dunia akan mendapatkannya di dunia. Akan tetapi, ketika ia mendapatkan seluruhnya, dunia itu akan menjadi bala` baginya dan ia menjadi sengsara karenanya. Dan alangkah mungkin seorang membenci urusan akhirat. Akan tetapi, ia dapat menggapainya kemudian dan ia hidup bahagia karenanya”.

3. Keutamaan terbaik dan jihad terbaik

“Tiada keutamaan seperti jihad dan tiada jihad seperti menentang hawa nafsu”.

4. Ambillah nasihat yang baik

“Ambillah nasihat baik dari orang yang mengucapkannya meskipun ia tidak mengamalkannya”.

5. Indahnya kesabaran yang disertai dengan ilmu

“(Jika sesuatu digabung dengan yang lain), tidak ada gabungan yang lebih indah dari kesabaran yang digabung dengan ilmu”.

6. Kesempurnaan yang paling sempurna

“Kesempurnaan yang paling sempurna adalah tafakkuh (mendalami) agama, sabar menghadapi musibah dan ekonomis dalam mengeluarkan biaya hidup”.

7. Tiga kriteria agung

“Tiga hal adalah kemuliaan dunia dan akhirat: memaafkan orang yang menzalimimu, menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, dan sabar ketika engkau diperlakukan sebagai orang bodoh”.

8. Kontinyu dalam berdoa

“Sesungguhnya Allah membenci seseorang yang meminta-minta kepada orang lain berkenaan dengan kebutuhannya, dan menyukai hal itu (jika ia meminta kepada)-Nya. Sesungguhnya Ia suka untuk diminta setiap yang dimiliki-Nya”.

9. Keutamaan orang alim atas ‘abid

“Seorang alim yang dapat dimanfaatkan ilmunya lebih utama dari tujuh puluh ribu ‘abid”.

10. Dua karakter orang alim

“Seorang hamba bisa dikatakan alim jika ia tidak iri kepada orang yang berada di atasnya dan tidak menghina orang yang berada di bawahnya”.

11. Tiga pahala

“Jika mulut seseorang berkata jujur, maka perilakunya akan bersih, jika niatnya baik, maka rezekinya akan ditambah, dan jika ia berbuat baik kepada keluarganya, maka umurnya akan ditambah”.

12. Tinggalkanlah kemalasan

“Janganlah malas dan suka marah, karena keduanya adalah kunci segala keburukan. Barang siapa yang malas, ia tidak akan dapat melaksanakan hak (orang lain), dan barang siapa yang suka marah, maka ia tidak akan sabar mengemban kebenaran”.

13. Penyesalan di hari kiamat

“Orang yang paling menyesal di hari kiamat adalah orang yang berbicara keadilan dan ia sendiri tidak melaksanakannya”.

14. Buah silaturahmi

“Silaturahmi dapat membersihkan amalan, memperbanyak harta, menghindarkan bala`, mempermudah hisab (di hari kiamat) dan menunda ajal tiba”.

15. Berucap ramah dengan orang lain

“Ucapkanlah kepada orang lain kata-kata terbaik yang kalian senang jika mereka mengatakan itu kepadamu”.

16. Hadiah Ilahi

“Allah akan memberikan hadiah bala` kepada hamba-Nya yang mukmin sebagaimana orang yang bepergian akan selalu membawa hadiah bagi keluarganya, dan menjaganya dari (godaan) dunia sebagaimana seorang dokter menjaga orang yang sakit”.

17. Jujur dan melaksanakan amanat

“Bersikaplah wara’, berusahalah selalu, jujurlah, dan berikanlah amanat kepada orangnya, baik ia adalah orang baik maupun orang fasik. Seandainya pembunuh Ali bin Abi Thalib a.s. menitipkan amanat kepadaku, niscaya akan kuberikan kepadanya”.

18. Perbedaan antara ghibah dan tuduhan

“Ghibah adalah engkau membicarakan aib (yang dimiliki oleh saudaramu) yang Allah telah menutupnya (sehingga tidak diketahui oleh orang lain), dan menuduh adalah engkau membicarakan aib yang tidak dimiliki olehnya”.

19. Pencela dibenci Allah

“Allah membenci pencela yang tidak memiliki harga diri”.

20. Tanda-tanda rendah hati

“(Engkau dapat dikatakan rendah hati jika) engkau rela duduk di sebuah majelis yang lebih rendah dari kedudukanmu, mengucapkan salam kepada orang yang kau jumpai, dan menghindari debat meskipun engkau benar”.

21. Menjaga harga diri adalah ibadah terbaik

“Ibadah yang terbaik adalah menjaga perut dan kemaluan”.

22. Sumber dosa adalah tidak kenal Allah

“Tidak akan bermaksiat kepada Allah orang yang mengenal-Nya”.

24. Akal adalah makhluk Allah terbaik

“Ketika Allah menciptakan akal, Ia berfirman kepadanya: “Kemarilah!” Ia pun menghadap. Ia berfirman kembali: “Mundurlah!” Ia pun mundur. Kemudian Ia berfirman: “Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku tidak pernah menciptakan makhluk yang lebih Kucintai darimu, dan Aku tidak akan menyempurnakanmu kecuali bagi orang yang Kucintai. Semua perintah, larangan, siksa dan pahala-Ku tertuju kepadamu”.

25. Hisab atas dasar akal

“Sesungguhnya Allah akan menghisab hamba-hamba-Nya pada hari kiamat sesuai dengan kadar akal yang telah dianugerahkan kepada mereka di dunia.”

26. Pahala guru dan murid

“Sesungguhnya pahala orang yang mengajarkan ilmu adalah seperti pahala orang yang belajar darinya, dan ia masih memiliki kelebihan darinya. Oleh karena itu, pelajarilah ilmu dari ahlinya dan ajarkanlah kepada saudara-saudaramu sebagaimana ulama telah mengajarkannya kepadamu”.

27. Dosa mufti yang tidak berilmu

“Barang siapa yang mengeluarkan fatwa tanpa ilmu yang cukup, maka ia akan dilaknat oleh malaikat rahmat dan azab serta dosa orang yang mengamalkan fatwanya akan dipikul olehnya”.

28. Ulama neraka

“Orang yang mencari ilmu dengan tujuan mendebat ulama (lain), mempermalukan orang-orang bodoh atau mencari perhatian manusia, maka bersiap-siaplah untuk menempati neraka. Kepemimpinan tidak berhak dimiliki kecuali oleh ahlinya”.

29. Tanda-tanda seorang faqih

“Faqih yang sebenarnya adalah orang yang zahid terhadap dunia, rindu akhirat dan berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah SAWW”.

30. Bergurau tanpa mencela

“Sesungguhnya Allah azza wa jalla menyukai orang-orang yang suka bergurau dengan orang lain dengan syarat tanpa cela-mencela”.

31. Azab untuk tiga kriteria

“Tiga kriteria yang penyandangnya tidak akan meninggal dunia kecuali ia telah merasakan siksanya: kezaliman, memutuskan tali silaturahmi dan bersumpah bohong, yang dengan sumpah tersebut berarti ia telah berperang melawan Allah”.

32. Yang disukai Allah

“Sesuatu yang paling utama di sisi Allah adalah engkau meminta segala yang dimiliki-Nya”.

33. Kontinyu dalam doa

“Demi Allah, seorang hamba tidak berdoa kepada-Nya terus menerus kecuali Ia akan mengabulkannya”.

34. Berdoa di waktu sahar

“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang banyak berdoa. Oleh karena itu, berdoalah pada waktu ashar hingga matahari terbit, karena pada waktu itu pintu-pintu langit terbuka, rezeki-rezeki dibagikan dan hajat-hajat penting dikabulkan”

35. Berdoa untuk orang lain

“Doa yang paling cepat dikabulkan adalah doa seorang hamba untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya”.

36. Mata-mata yang tidak akan menangis

“Semua mata pasti akan menangis pada hari kiamat kecuali tiga mata: mata yang bangun malam di jalan Allah, mata yang menangis karena takut kepada-Nya dan mata yang tidak pernah melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah”.

37. Orang yang tamak bak ulat sutra

“Perumpamaan orang yang tamak bagaikan ulat sutra. Ketika sutra yang melilitnya bertambah banyak, sangat jauh kemungkinan baginya untuk bisa keluar sehingga ia akan mati kesedihan di dalam sarangnya sendiri”.

38. Jangan berwajah dua

“Hamba yang paling celaka adalah hamba yang berwajah dan bermulut dua; ia memuji saudaranya di hadapannya dan menghibahnya di belakangnya, jika saudaranya itu dianugerahi nikmat, ia iri dan jika ia ditimpa musibah, ia menghinanya”.

Mutiara Hadis Imam Hasan al-Mujtaba as:

“Orang-orang membinasakan diri mereka sendiri jika dalam diri mereka terdapat kebiasaan buruk, sombong, tamak dan hasud.” (Biharul Anwar, vol 78, hal. 111)



Mutiara hadits Imam Kazhim a.s.


1.Hujjah lahiriah dan batiniah

“Sesungguhnya Allah memiliki dua hujjah atas manusia: hujjah lahiriah dan hujjah batiniah. Hujjah lahiriah adalah para rasul, nabi dan imam (ma’shum) dan hujjah batiniah adalah akal”.

2.Sabar dan menjauhi orang-orang yang mencintai dunia

“Sabar dalam kesendirian adalah tanda kekuatan akal. Barang siapa yang merenungkan tentang Allah, ia akan menjauhi orang-orang yang mencintai dunia dan menginginkan apa yang ada di sisi Tuhannya, Allah adalah penenangnya dalam ketakutan, temannya dalam kesendirian, kekayaannya dalam kefakiran dan kemuliaannya di hadapan selain kerabatnya”.

3.Merendahkan diri di hadapan Allah

“Barang siapa yang menginginkan kekayaan tanpa harta, terselamatkan dari sifat iri dengki dan keselamatan dalam agama, hendaknya ia merendahkan diri di hadapan Allah ketika meminta kepada-Nya (dan mintalah kepada-Nya untuk) menyempurnakan akalnya. Barang siapa yang akalnya telah sempurna, maka ia akan merasa cukup dengan rezeki yang mencukupi hidupnya. Barang siapa yang merasa cukup dengan rezeki yang mencukupi hidupnya, maka ia akan merasa kaya. Dan barang siapa yang tidak merasa cukup dengan rezeki yang mencukupi hidupnya, maka ia tidak pernah merasakan kekayaan sama sekali”.

4.Menjenguk mukmin karena Allah

“Barang siapa yang menjenguk saudara seimannya karena Allah, bukan karena selain-Nya, demi mengharap pahala-Nya dan segala yang telah dijanjikan kepadanya, maka Allah azza wa jalla akan memerintahkan tujuh puluh ribu malaikat untuk menjaganya dari sejak ia keluar dari rumah hingga ia kembali ke rumahnya seraya berkata kepadanya: ‘Engkau adalah orang baik (baca : beruntung) dan surga adalah sesuai denganmu. Engkau telah membangun rumah di sana”.

5.Harga diri, akal dan nilai seseorang

“Tidak sempurna agama orang yang tidak memiliki harga diri, dan tidak memiliki harga diri orang yang tidak berakal. Sesungguhnya orang yang paling agung nilainya adalah orang yang tidak menganggap dunia sebagai satu nilai baginya. Ingatlah, harga badanmu ini adalah surga, jangan engkau menjualnya dengan selainnya”.

6.Menjaga harga diri orang lain

“Barang siapa yang menjaga dirinya untuk tidak mempermalukan orang lain, maka Allah akan mengampuni kesalahannya pada hari kiamat, dan barang siapa yang menahan kemarahannya terhadap orang lain, maka Allah akan menahan murka-Nya terhadapnya pada hari kiamat”.

7.Faktor-faktor yang dapat mendekatkan diri dari Allah

“Sarana paling baik yang dapat digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah shalat, berbakti kepada kedua orang tua, meninggalkan sifat dengki, sombong dan bangga diri”.

8.Orang berakal tidak akan berbohong

“Sesungguhnya orang yang berakal tidak akan berbohong meskipun hal itu tidak sesuai dengan hawa nafsunya”.

9.Hikmah diam

“Sedikit berbicara adalah sebuah hikmah yang amat besar. Oleh karena itu, hendaklah kalian banyak diam, karena banyak diam adalah satu ketenangan hidup dan satu faktor yang dapat meringankan dosa”.

10.Pencela yang tak tahu malu

“Sesungguhnya Allah telah mengharamkan surga bagi pencela yang tak tahu malu dan tidak memikirkan apa yang keluar dari mulutnya serta apa yang dikatakan orang lain kepadanya”.

11.Orang sombong tidak akan masuk surga

“Hati-hatilah terhadap sifat sombong! Karena tidak akan masuk surga orang yang di hatinya tersimpan setitik kesombongan”.

12.Program kerja siang dan malam

“Berusahalah untuk membagi waktu kalian dalam empat bagian: satu bagian untuk bermunajat kepada Allah, satu bagian untuk mencari rezeki, satu bagian untuk menjenguk para saudara seiman yang dapat dipercaya untuk memberitahukan aib-aib yang ada pada dirimu dan sahabat setiamu lahir-batin, dan satu bagian untuk menikmati kenikmatan yang kalian miliki asalkan tidak haram. Dengan menggunakan bagian keempat ini kalian akan mampu melaksanakan tiga bagian di atas”.

13.Duduk bersama dengan orang yang beragama dan berakal

“Duduk bersama orang yang beragam adalah sebuah kemuliaan dunia dan akhirat, dan bermusyawarah dengan orang berakal dan ahli nasihat adalah sebuah berkah, petunjuk dan taufik dari Allah. Jika ia menentukan sebuah solusi, maka janganlah menentangnya, karena hal itu akan mengundang kecelakaan bagimu”.

14.Akibat cinta dunia

“Barang siapa yang mencintai dunia, rasa takut kepada akhirat akan sirna dari hatinya. Barang siapa yang ilmunya bertambah kemudian kecintaannya kepada dunia juga bertambah, maka ia akan bertambah jauh dari Allah dan kemurkaan-Nya kepadanya akan bertambah”.

15.Menjauhi tamak dan hanya bertawakal kepada Allah

“Hindarilah tamak dan janganlah mengharap apa yang ada di tangan manusia serta musnahkanlah rasa tamak dari hati para makhluk, karena tamak adalah kunci kehinaan, pembasmi akal, pemusnah dan pengotor harga diri serta pembasmi ilmu. Janganlah (hanya mengandalkan) tawakal kepada Tuhanmu”.

16.Hasil amanah dan kejujuran

“Menjaga amanah dan berkata jujur dapat mendatangkan rezeki, sedangkan khianat dan berkata bohong dapat mendatangkan kefakiran dan kemunafikan”.

17.Berkata benar dan membasmi kebatilan

“Takutlah kepada Allah dan berkatalah benar meskipun engkau harus binasa, karena di dalam berkata benar itu adalah keselamatanmu. Takutlah kepada Allah dan tinggalkanlah kebatilan meskipun engkau akan selamat, karena di dalam kebatilan itu adalah kecelakaanmu”.

18.Bala` sesuai dengan kadar iman seseorang

“Seorang mukmin bak dua sayap timbangan, ketika imannya bertambah, maka bala`nya pun akan bertambah”.

19. Shalat sunnah dan mendekatkan diri kepada Allah

“Shalat sunnah adalah sarana bagi mukmin untuk mendekatkan diri kepada Allah”.

20.Keutamaan ishlah (memperbaiki keadaan) dan memaafkan

“Pada hari kiamat sebuah suara akan berteriak lantang: “Perhatian! Barang siapa yang merasa memiliki pahala di sisi Allah, hendaklah ia berdiri!” Tidak ada orang yang berani berdiri kecuali para pemaaf dan orang yang memilih semangat untuk ishlah. Pahalanya ada di sisi Allah”.

21.Sedekah terbaik

“Menolong orang yang lemah adalah sedekah terbaik”.

22.Dosa baru, bala` baru

“Ketika seseorang melakukan dosa baru yang belum pernah dilakukannya, maka Allah akan mendatangkan bala` yang tak pernah disangka-sangka baginya”.

23.Kunci pintu hati

“Perdalamilah agama Allah, karena memperdalami agama adalah kunci hati dan faktor utama untuk mencapai kedudukan yang tinggi di dalam agama dan di dunia. Dan keutamaan seorang “faqih” atas seorang abid bak keutamaan matahari atas bintang-bintang, dan barang siapa enggan mendalami agamanya, maka Allah tidak akan pernah merelai amalannya”.

24.Dunia adalah sarana terbaik

“Jadikanlah untuk dirimu bagian dari dunia selama hal itu halal, tidak merusak harga diri dan tidak melampaui batas, serta gunakanlah dunia tersebut untuk memperkokoh agama, karena diriwayatkan bahwa bukan golongan kami orang yang mengorbankan dunia demi agamanya atau mengorbankan agama demi dunianya”.

25.Ibadah terbaik

“Ibadah terbaik setelah mengetahui Allah adalah menunggu “faraj” (kemunculan Imam Mahdi a.s.)”.

26.Mencintai orang lain

“Mencintai orang lain adalah setengah iman”.

27.Menghindari kemarahan

“Barang siapa yang menahan kemarahannya terhadap orang lain, maka Allah akan menghindarkannya dari siksa api neraka”.

28.Manusia terkuat

“Barang siapa ingin menjadi manusia terkuat, hendaknya bertawakal kepada Allah”.

29.Selalu meningkat, bukan malah mundur

“Barang siapa yang dua harinya sama, maka ia telah rugi, barang siapa yang satu harinya lebih jelek, maka ia terlaknat, barang yang (kebaikannya) tidak bertambah sama sekali, maka ia berada dalam kekurangan, dan barang siapa yang berada dalam kekurangan, maka kematian lebih baik baginya”.

30.Berbuat kebajikan kepada orang lain

“Hak saudaramu yang paling vital adalah jangan kau menutupi sesuatu yang bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya”.

31.Menghindari bergurau

“Hindarilah bergurau, karena bergurau dapat melenyapkan cahaya imanmu”.

32.Nasihat alam semesta

“Jika engkau merenungkan ciptaan (yang ada di dunia ini), niscaya engkau akan melihat nasihat di dalamnya bagimu”.

33.Yang memahami nilai kebajikan

“Barang siapa yang tidak pernah merasakan kesulitan, maka ia tidak akan pernah memahami nilai kebajikan orang lain”.

Mutiara Hadits Imam Ridha a.s


1. Tiga karakter orang mukmin

“Seseorang tidak akan menjadi mukmin yang sejati kecuali ia memiliki tiga karakter berikut ini: mengikuti sunnah Tuhannya, sunnah Nabi-Nya dan sunnah imamnya. Sunnah (kebiasaan yang dilakukan oleh) Tuhannya adalah menyimpan rahasia, sunnah Nabi-Nya adalah berbuat toleransi terhadap orang lain dan sunnah imamnya adalah sabar menanggung kesengsaraan”.

2. Pahala berbuat kebajikan secara diam-diam dan ancaman bagi
orang yang melakukan kejelekan secara terang-terangan

“Orang yang berbuat kebaikan secara diam-diam pahalanya sama dengan tujuh puluh kebaikan, orang yang melakukan kejelekan secara terang-terangan, ia akan hina dan orang yang menutupi kejelekan akan diampuni”.

3. Kebersihan

“Menjaga kebersihan adalah termasuk akhlak para nabi a.s.”

4. Orang yang dapat dipercaya

“Orang yang (pada hakikatnya) dapat dipercaya tidak akan berkhianat kepadamu, dan hanya engkaulah yang menganggap pengkhianat sebagai orang yang dapat dipercaya”.

5. Kedudukan saud

Referensi : http://opicksite.net23.net/?p=85

Quantum Ikhlas

Berikut ini kumpulan kata mutiara yang diambil langsung dari buku Quantum Ikhlas. Saya suka membacanya, dan akan suka berbagi dengan para pembaca semuanya.

Semoga berguna …

Ukuran sukses sejati terletak pada kemampuan Anda merasakan pikiran bahagia (Erbe Sentanu)

Kita sering melihat semakin sukses seseorang semakin jauh rasanya dia dengan kebahagiaan yang dicarinya, bagai menggali sumur tanpa dasar untuk menyegarkan dahaganya yang tak terpuaskan (Erbe Sentanu)

Siapa mengenal dirinya ia akan mengenal Tuhannya (Nabi Muhammad SAW)

Ada dua cara menjalani kehidupan. Pertama, seolah seperti tidak ada yang ajaib. Kedua, seolah seperti semuanya adalah ajaib (Albert Einstein)

Keajaiban bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan hukum alam. Tetapi sesuatu yang bertentangan dengan pemahaman kita tentang hukum alam itu (St. Augustine)

Dialah yang membuat yang tidak ada menjadi tampak nyata, dan meskipun nyata ada, Dia pulalah yang membuatnya menjadi tidak tampak (Jalaluddin Rumi)

Bukan urusan saya untuk memikirkan diri saya sendiri. Urusan saya adalah untuk memikirkan Tuhan. Dan urusan-Nya lah untuk memikirkan saya (Simone Weil)

Engkau berpikir tentang dirimu sebagai seonggok materi semata, padahal di dalam dirimu tersimpan kekuatan tak terbatas (Ali bin Abi Thalib)

Manusia adalah produk hi-tech tercanggih (Robert Galvin, Chairman Motorola)

Dunia ini tidak pernah diam, meskipun dalam keheningan selalu bergetar tanda vibrasi yang tidak tertangkap panca indera (Albert Camus)

Semua ada di dalam dirimu. Mintalah melalui dirimu sendiri (Jalaluddin Rumi)

Manusia adalah magnet, dan setiap detail peristiwa yang dialaminya datang atas daya tarik (undangan)nya sendiri (Elizabeth Towne, 1906)

Semua yang terjadi di luar adalah serupa dengan yang terjadi di dalam diri manusia yaitu pikiran dan perasaannya (Charles Brodie Patterson, 1899)

Otak manusia, seperti mesin yang bisa melakukan perawatannya sendiri. Ia bisa menyembuhkan dirinya dari segala kerusakan internal, sambil bergerak ke tingkat kinerja yang lebih tinggi (Prof. Robert Oates dan Gerald Swanson, PhD)

Perang terbesar adalah melawan diri kita sendiri (Nabi Muhammad Saw.)

Untuk berubah diperlukan pergeseran gelombang otak dari perjuangan pikiran sadar menjadi tuntunan bawah sadar. Pikiran Anda yang terlalu keraslah yang membuat Anda terjebak dalam masalah yang ingin Anda selesaikan (Paul T. Scheele, M.A.)

Hati memiliki logika yang tidak mampu dipahami oleh akal pikiran (Blaise Pascal)

My imagination create my reality (Walt Disney)

Manusia dibimbing oleh kekuatan yang lebih tinggi yang lebih berupa PERASAAN ketimbang pikiran. Dan, ketika Anda memahami kekuatan perasaan itu, Anda tahu pasti bahwa kekuatan itu datang dari Tuhan (Oprah Winfrey)

Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lengah dan ragu (Nabi Muhammad Saw)

Tanda yang diperoleh dalam hidup ini diterima oleh rasa sejati. Usahakanlah kau miliki rasa itu agar kau capai kesempurnaan hidupmu (Paku Buwana IV)

Istafti qalbak, Mintalah fatwa pada hatimu (Nabi Muhammad Saw)

Doa adalah senjata (alat kerja) orang beriman (Nabi Muhammad Saw.)

Kebahagiaan adalah sesuatu yang dapat mengantarkan kepada kesuksesan (surga) (Ali bin Abu Thalib)

Aku (Allah) berkata kepada semua penduduk langit dan bumi : “Mintalah kepada-Ku!” Auk pun lalu memberikan kepada masing-masing orang, pikiran apa yang terpikir pada semuanya (HR. Ibnu Hasan)

Para Ilmuwan sudah menemukan ‘God Spot’ atau pusat spiritualitas di bagian temporal lobe otak manusia. Sirkuit saraf ini, jika diaktifkan, dapat berfungsi seperti antena yang membuat kita ‘tersambung’ dengan kekuatan Ilahi (Dr. Ebrahim Kazim)

Rahasia Kecil Kebahagiaan

Rahasia kebahagiaan adalah memusatkan perhatian pada kebaikan dalam diri orang lain. Sebab, hidup bagaikan lukisan. Untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik sekalipun, lihatlah di bawah sinar yang terang, bukan di tempat yang tertutup dan gelap sama halnya sebuah gudang.


Rahasia kebahagiaan adalah tidak menghindari kesulitan. Dengan memanjat bukit, bukan meluncurinya, kaki seseorang tumbuh menjadi kuat.


Rahasia kebahagiaan adalah melakukan segala sesuatu bagi orang lain. Air yang tak mengalir tidak berkembang. Namun, air yang mengalir dengan bebas selalu segar dan jernih.


Rahasia kebahagiaan adalah belajar dari orang lain, dan bukan mencoba mengajari mereka. Semakin Anda menunjukkan seberapa banyak Anda tahu, semakin orang lain akan mencoba menemukan kekurangan dalam pengetahuan Anda.


Rahasia kebahagiaan adalah kebaikan hati. memandang orang lain sebagai anggota keluarga besar Anda. Sebab, setiap ciptaan adalah milik Anda. Kita semua adalah ciptaan Tuhan yang satu.


Rahasia kebahagiaan adalah tertawa bersama orang lain, sebagai sahabat, dan bukan menertawakan mereka, sebagai hakim.


Rahasia kebahagiaan adalah tidak sombong. Bila Anda menganggap mereka penting, Anda akan memiliki sahabat ke manapun Anda pergi.


Kebahagiaan datang kepada mereka yang memberikan cintanya secara bebas, yang tidak meminta orang lain mencintai mereka terlebih dahulu. Bermurah hatilah seperti mentari yang memancarkan sinarnya tanpa terlebih dahulu bertanya apakah orang-orang patut menerima kehangatannya.


Kebahagiaan berarti menerima apapun yang datang, dan selalu mengatakan kepada diri sendiri "Aku bebas dalam diriku".


Kebahagiaan berarti membuat orang lain bahagia. Padang rumput yang penuh bunga membutuhkan pohon-pohon di sekelilingnya, bukan bangunan-bangunan beton yang kaku. Kelilingilah padang hidup Anda dengan kebahagiaan.


Kebahagiaan berasal dari menerima orang lain sebagaimana adanya; nyatanya menginginkan mereka bukan sebagaimana adanya. Betapa akan membosankan hidup ini jika setiap orang sama. Bukankah taman pun akan tampak janggal bila semua bunganya berwarna ungu?


Rahasia kebahagiaan adalah menjaga agar hati Anda terbuka bagi orang lain, dan bagi pengalaman-pengalaman hidup. Hati laksana pintu sebuah rumah. Cahaya matahari hanya dapat masuk bilamana pintu rumah itu terbuka lebar.


Rahasia kebahagiaan adalah memahami bahwa persahabatan jauh lebih berharga daripada barang; lebih berharga daripada mengurusi urusan sendiri; lebih berharga daripada bersikukuh pada kebenaran dalam perkara-perkara yang tidak prinsipiil.


Renungkan setiap rahasia yang ada di dalamnya. Rasakan apa yang dikatakannya.